wedding of the year

January 12, 2009 at 1:03 pm (Mengendorkan Urat Syaraf)

11 januari 2009 adalah hari yang sangat berarti bagi Asmawi Ani, atau lebih dikenal sebagai Mawi, artis yang meroket namanya setelah memenangkan juara Akademi Fantasia ke-3. Resepsi pernikahan yang dilangsungkan di Hoyel Palace of The Golden Horese itu hanya dihadiri oleh tamu VVIP sekelas menteri, artis dan public figure dunia hiburan Malaysia.

Sebenarnya aku tidak berminat benar dengan dunia hiburan yang penuh glamour dan sensasional ini, namun setiap hari selalu saja terdapat bahan-bahan yang menjadi referensi lengkap di rumah menambah rasa keingintahuanku. Disamping itu, di rumah juga ada seorang “purchasing manager-nya” ASTRO yang selalu punya info uptodate, dan tak ayal lagi informasi dirumah selalu bertambah dari hari ke hari. Kakak-kakakku di rumah semuanya peminat Mawi, dan semua gossip tentangnya, dari A-Z sudah jadi konsumsi mereka.

Dulu, waktu pertama kali sampai di Malaysia aku pun sempat menonton resepsi pernikahan penyanyi nomor satu Malaysia, Siti Nurhaliza. Namun resepsi kali jauh sangat berebda dengan resepsi Siti yang jelas-jelas suaminya adalah bisnismen itu. Kali ini, semua peralatan dan keperluan semasa resepsi disediakan oleh sponsor, barangkali sampai CD atau bagian dalam pun tak luput dari sponsor, hehehe. Mulai dari hotel, pengiring penganten, busanan, pelaminan, catering, cake, kembang api dan lain-lain telah disediakan oleh sponsor, diperkirakan semuanya memakan biaya RM 820.000 (Rp. 2,5 M), wah…wah…

Seperti dibius, aku pun terpaksa duduk di depan TV sejak acara dimulai. Meskipun nantinya setiap hari akan selalu ada tayangan ulang di ASTRO RIA, namun nonton versi LIVE juga seru. Pasangan pengantin dating dari tengah danau menggunakan boat yang telah dihias. Sesampai di dermaga, mereka turun dan telah dinanti oleh pasukan berkuda. Lalu turunlah seorang yang mengenakan pakaian seperti Aladdin dengan muka tertutup tanpa membawa pedang. Di sekelilingnya kuda-kuda berkeliaran seperti sedang melindungi tuannya. Ternyata, si Aladdin tadi adalah penganten lelaki, dan dengan gagah berani dia menjemput istrinya yg dikawal oleh semua peasukan berkuda.

Pasangan penganten pun diarak menggunakan kereta kuda, meskipun kuda tidak lancer karena begitu banyak jepretan blist yang mengenai matanya, sehingga penganten pun sempat terlihat cemas, namun akhirnya selamat juga sampai di pintu utama ruangan acara. Para ajudan dan bodyguard pun sibuk mendampingi sang raja sehari itu menuju ke pentas yang mewah dan meriah.

Tema acara kali ini adalah ala Timur Tengah, entah dari mana dia dapat ilham ini. Penganten dibalut dengan busana khas ala negeri 1001 malam dan tak sontak lagi ditambah dengan kesenian, nyanyian dan musical gurun pasir. Para tamu pun kelihatan berbusana Arab-ria. Bagiku ini adalah ide yg bagus, karena sekurang-kurangnya para artis dapat menutup aurat mereka meskipun ada beberapa artis non muslim yang memakai gaun seksi. Perempuan pun banyak yang memakai cadar, dan tentu saja lelaki memakai gamis serta syurban sebagai dress code.

Seperti biasa adat dan budaya disini, tamu VVIP akan merenjis memberikan restu kepda kedua mempelai. Dilanjutkan dengan persembahan atau konser dari artis-artis terkenal, dengan berbagai macam warna lagu. Mulai dari irama melayu, padang pasir, barat, nasyid dan tidak ketinggalan tentu ada juga lagu indonesianya,hehehe, meskipun tidak dinyanyikan oleh orang Indonesia, khabarnya Rossa juga diundang, tapi dia lagi sibuk di Jakarta.

Bagiku, menuliskan perkawinan ini bukanlah suatu ke-lata-an, tapi aku melihat dari sudut pandang yang berbeda. Majlis perkawinan memang dianjurkan oleh agama kita, tapi yang berlebih-lebihan adalah sangat tidak diharapkan. Disamping itu, khidmat dan nilai resepsi jadi berkurang. Bagaimana tidak?terdapat banyak kontroversi disana-sini. Hak siar yang hanya dimiliki oleh ASTRO dimonopoli semuanya, dan menyebabkan clash dengan pihak media lainnya yang juga memerlukan berita untuk kelangsungan perusahaan. Orang kampong pun bentrok dengan kru serta manajemen produksi, karena mereka anggap kampung itu adalah milik mereka, dan mereka pun “membisniskan” kampungnya dengan si raja SMS itu (Mawi). Dan satu lagi, kita tau bahwa kehidupan artis itu selalu jadi konsumsi masyarakat, hendaknya penikahan yang gilang gemilang (sampai 3x resepsi) ini janganlah hanya berumur beberapa saat saja, teruslah bahagia dan berkekalan sampai ke akhir hayat.

=bukan penggemarmu, tapi menyukai beberapa lagumu=

Permalink Leave a Comment

Bercerita tentang nanoteknologi

January 7, 2009 at 4:28 am (1)

Apa sudah jadi dengan dunia ini. Teknologi sudah semakin canggih dan maju. Betul sudah, teknologi telah diciptakan untuk mengefisiensikan kerja manusia dan memudahkan semua hal. Teknologi mikro (microtechnology), dalam beberapa dekade ini telah mengalami peralihan ke generasi yang lebih kecil yang biasa dikenal sebagai teknologi nano (nanotechnology). Tak ayal lagi, trend nanotech dilirik oleh semua industri untuk menambah nilai jual produk mereka di pasaran. Semua produk pun sekarang ini selalu menambahkan perkataan “nano” dalam labelnya, tentu saja ini akan meningkatkan animo masyarakat terhadap produk tersebut, dengan anggapan produk itu sedikit lebih maju menggunakan teknologi mutakhir.

Bicara ukuran nano (10‑9m), berarti kita membicarakan bahan atau sesuatu dalam skala yang sangat kecil. Apakah anda tahu segimana ukuran 1-100 nanometer itu?. Kita bisa mengambil contoh dengan rambut kita. Rambut kita berukuran 60 mikron, terus dibagi menjadi 1000 kali lebih kecil, itulah ukuran sebenarnya bahan berskala nanometer itu. Sangat kecil memang, tapi kita masih bisa melihat benda atau bahan tersebut dengan menggunakan peralatan canggih seperti Scanning Electron Microscopy (SEM). Dengan bantuan SEM kita bisa melihat dengan jelas struktur permukaan, dan benda-benda yang berukuran nano itu sendiri.

Semua produk pun mulai memanfaatkan teknologi ini dalam pengembangannya. Mulai dari produk alat kecantikan, seperti krim sunblock sampai kepada piranti elektonika. Dan terakhir, nanotech sedang booming dimanfaatkan dalam bidang medis untuk mendeteksi dini kanker serta menghancurkan sel-sel yang meracuni tersebut dengan memanfaatkan nano mesin.

Berbagai macam tipe dari bahan nano ini telah dikembangkan oleh peneliti di seluruh dunia, mulai dari nanorod (tabung nano), nanowires (kabel nano), tabung nano karbon (Carbon Nano Tube; CNT). Perubahan ukuran dari skala makro ke skala mikro, bahkan skala nanometer menjadikan perubahan yang cukup signifikan terhadap sifat-sifat bahan. Kalau dalam skala biasa, pergerakan atau sifat bahan masih dipengaruhi oleh Hukum Newton (Fisika Klasik), sedangkan untuk skala ini tidaklah berlaku lagi, dan yang terpakai adalah mekanika kuantumnya Edwin Schrodinger dan kawan-kawan. Dan permainan untuk mengutak atik sifat dan kelakuan bahan ini lah yang menjadikan bahan bisa diaplikasikan untuk keperluan tertentu.

Bersambung….

Permalink Leave a Comment

Andai 2……

February 2, 2008 at 1:28 am (Lain-lain)

Masa SD adalah masa yang sangat indah bagiku. Ga harus mikirin orang lain, ga peduli ma kehidupan lain, yang penting aku ma teman-teman selalu hepi. cukup…..Kebosanan sekolah di pagi hari akan terobati dengan kedatangan sore, karena sorenya aku juga akan bertemu temn-teman baru di sekolah MIS. Sebenarnya sih, orang-orang itu masih kutemui di pagi hari, mungkin karena sekolah yang berbeda (SD kami adalah SD kompleks, gabungan dari 3 buah SD di tempat yang sama).

MIS adalah singkatan dari Madrasah Ibtidaiyah Swasta, dari sinilah aku menimba ilmu pengetahuan agama semasa aku kecil. Sekolah swasta biasa saj, hasil swadaya masyarakat yang ada dikampungku. Meskipun begitu, sekolah ini tidak bisa dianggap enteng oleh sekola-sekolah agama yang berstatus negeri. Jika ada Ebtanas Agama selalu saja MIS ku ini yang menjadi pemenang untuk rata-rata tertinggi mengalahkan MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri) yang ada di kecamatan. Sebenarnya, ini hanyalah sebagai salah satu langkah uji coba, yahhh, uji coba “kekuatan” anak didik dalam menghadapai kurikulum yang dibuat oleh Departemen Agama, yah,,,,, guru-guru dan kepala sekolah pun berpuas hati dengan hasil ini. Jadi setelah tamat MIS aku pun aku juga punya ijazah yang diberikan oleh Departemen Agama karena telah mengikuti ujian persamaan ini.

Sore, adalah saat-saat yang selalu dinantikan oleh aku dan kawan-kawanku, karena ada banyak hal yang membuat menarik di sekolah MIS ini. Yang pasti saja, berlari-lari main di pekarangan mesjid yang luas adalah pembuka hari di sekolah sore. Bel pun berbunyi, anak-anak pun mulai menghentikan permainannya dan segera ke keran atau ke kolah tuk mencuci muka yang memerah karena kecapean berlari. Kebanyang kan gimana suasana kelas jika dipenuhi oleh anak-anak yang berkeringat dan muka yang memerah karena panas dan keceapean. Yah pasti kelas akan bau keringat. Dan saat yang paling ditunggu adalah “gotong royong”, karena selain membersihkan ruangan dan pekarangan kita juga disuruh membersihkan papan tulis (yang masih menggunakan kapur) di kolam renang,,,,bayangkan saja????yah pasti anak-anak senangnya minta ampun, tinggal buka baju, buka celana, pake celana dalam aja langsung nyemplung ke kolam, dengan alasan membersihkan papan tulis bisa berenang juga,,hahahahaha, yah pasti ribut dunk.

Begitulah selama 3 tahun, disamping belajar ilmu agama, kita juga diajarkan bagaimana harus “hidup” secara alami, yang akhirnya pengalaman-pengalaman itu sangat berharga yang bisa diaplikasikan di saat ini. tahun 1994 pun aku tamat MIS dan SD terus SMP di Kumango, daerah yang terkenal dengan silat Kumango..pada tau ga????

Permalink 6 Comments

Andai..

March 15, 2007 at 7:43 am (Guratan Pena)

Andai……..
Andai waktu bisa saya ulang kembali. Saya akan gunakan untuk kembali 20 atau 17 tahun silam. Yang mana saya masih kecil, masih lugu, belum mengerti dan faham tentang arti kehidupan yang sebenarnya. Pagi-pagi sekali saya akan dibangunkan oleh Mama yang selalu ngomel (tapi dengan sangat ikhlas) membangunkan kami adik-beradik yang tidak bangun-bangun juga. Sembari menyiapkan sarapan di dapur sang dewi yang tidak pernah bosan akan selalu berteriak memanggil kami anak-anaknya untuk bangun dan segera solat subuh, lalu bersiap untuk pergi ke sekolah. Namanya juga anak kecil, bangun subuh itu sangatlah susah apalagi di kampung yang terletak di daerah pegunungan yang tentunya akan masih ternyenyak tidur sambil menarik keatas selimut tebalnya.

Saya pun akan terbangun juga akhirnya, masih ingat kok jam berapa harus mandi, karena sudah tahu jam berapa harus masuk ke kelas dan jam berapa paling lama harus berangkat dari rumah. Sarapan yang telah terhidang di meja pun telah disiapkan sejak tadi oleh mama, yang tentunya setelah mandi, anak-anaknya akan mendekati sarapan itu untuk mengganjal perut demi menyambut datangnya hari baru dalam kehidupan mereka.

Meski berjalan kaki, saya sangat menikmati kehidupan saya sewaktu kecil. Ada kebahagiaan tersendiri yang terpancar dalam benak ini dikala memakai seragam merah putih itu. Walapun masih kecil, dan pastilah pada saat itu saya menyangka tidak ada orang yang ambil peduli dengan saya, tapi saya tetap adalah diri saya, dan bukan orang lain. Perjalanan sejauh lebih kurang 1 km untuk menuntut ilmu tidaklah terasa jauh, malah semakin membuat saya bersemangat dan terus menemukan apa di balik semua ini.

Andai……
Andai waktu ini bisa saya ulangi lagi…….saya akan meminta untuk diputar kembali ke waktu saya bersekolah agama di MIS. Meskipun hanya sebagai sekolah nomor dua –nomor 1 SD-, namun sungguh banyak yang saya dapat di sekolah ini. Konon kabarnya, kualitas materi yang diajarkan di sekolah ini setingkat dengan materi yang diajarkan di perguruan tinggi Islam pada saat sekarang ini. Ini benar adanya, sejak berdiri sampai sekarang sekolah ini (meskipun sekolah swasta) selalu mendapat ranking satu di tingkat kabupaten. Disiplin yang diterapkan, memang, masih menggunakan cara-cara kuno, tapi cara ini sangat ampuh untuk membentuk seseorang yang berkepribadian tangguh. Dipukul dengan rotan, dilempari dengan penghapus papan tulis, itu adalah hal yang wajar bagi si pembuat salah atau pembuat keonaran. Walhasil, anak-anak akan kapok, dan tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi.

continued….

Permalink 2 Comments

Filter Add-Drop

February 18, 2007 at 1:08 am (Ilmu Pengetahuan)

Kunci teknologi untuk sistem serat optik yang menggunakan Wavelength Division Multiplexing (WDM), adalah filter add-drop. Dalam bentuknya paling sederhana filter add-drop adalah sebuah filter dengan devais empat port yang didesain untuk memasukkan dan mengeluarkan sebuah kanal tunggal. Secara umum filter ini terdiri dari port input (I) dan output (O) multi-kanal, yang secara bersamaan membentuk sebuah bus sinyal utama dan port drop (D) dan add (A) kanal-tunggal.

Dalam penelitian ini dilakukan studi teoritis untuk mempelajari kinerja filter add-drop dengan menganggap filter ini merupakan kopling dari dua buah pandu gelombang yang dimodifikasi dengan menggunakan kisi Bragg, yang merupakan kisi pemantul sinusoida pada salah satu lengan. Selanjutnya digunakan teori mode coupling untuk menentukan masing-masing amplitudo yang timbul pada masing-masing port. Karakteristik filter ditentukan oleh amplitudo pada port yang bersangkutan, misalnya untuk drop output ditentukan pada port drop dan return loss ditentukan pada port input.

Hasil perhitungan menunjukkan, bahwa drop output maksimum terjadi pada saat gelombang datang beresonansi dengan kisi Bragg sehingga terjadi pemantulan maksimum, begitu juga halnya dengan return loss. Lebar pita pulsa yang sempit pada drop output dan return loss yang sangat kecil menandakan informasi yang hilang selama transportasi data telah dapat dieliminasi. Jadi, disimpulkan bahwa, kisi Bragg dapat dipergunakan pada divais filter add-drop.

Permalink Leave a Comment

Belajar Menulis Bahasa Melayu

February 8, 2007 at 9:02 am (Bahasa)

Ketidakselarasan Penggunaan Bahasa Melayu Dengan Bahasa Indonesia Apabila Dinilai Oleh Pendatang Baru Dari Indonesia

Malaysia adalah negara jiran Indonesia. Sebagai sebuah negara yang berjiran, tentu sedikit sebanyak ada hubungan yang boleh mempengaruhi antara satu sama lain, terutamanya dalam masalah bahasa. Sebagai sesama rumpun Melayu, bahasa Melayu hampir sama dengan bahasa Indonesia, namun ada beberapa perkatan yang tidak lazim digunakan oleh sesetengah pengguna bahasa tersebut. Misalnya, terdapat beberapa perkataan yang biasa dipakai dalam bahasa Indonesia ternyata tidak lazim dipakai dalam bahasa Melayu. Meskipun demikian, telah berlaku asimilasi antara bahasa Melayu dan Indonesia sehingga ada perkataan-perkataan yang boleh difahami oleh kedua belah pihak.

Proses asimilasi bahasa ini terjadi secara spontan, dalam makna tidak ada kesepakatan sebelumnya bagi pengguna kedua-dua bahasa tersebut. Namun ini terjadi kerana adanya interaksi yang kerap antara warga Indonesia dengan warga Malaysia, sama ada di Malaysia sendiri mahupun di Indonesia. Media televisyen dan radio sangatlah berpengaruh dalam hal ini. Banyaknya penayangan drama-drama bersiri Indonesia di saluran televisyen Malaysia tentunya akan memberikan kesan. Radio-radio juga tidak mahu ketinggalan untuk memutar lagu-lagu yang dibawakan oleh artis-artis Indonesia.

Di sini perlu ditekankan, bahawa tidak semua perkataan mempunyai makna yang sama dalam kedua-dua bahasa tersebut. Hal seperti ini kadang-kala menimbulkan masalah bagi pengguna bahasa tersebut, terutamanya bagi pendatang baru Indonesia di Malaysia. Sebagai pelajar asing yang baru pertama kali datang ke Malaysia banyak ayat atau perkataan yang kadang-kala menggelikan kerana dirasakan janggal serta lucunya bunyi ayat atau perkataan tersebut.

Pertama kali datang ke Malaysia ini saya diambil oleh sepupu saya ke Terminal Tambang Murah, Lapangan Terbang Antarabangsa Kuala Lumpur (LCCT). Beredar dari LCCT saya sengaja dibawa untuk tidak melalui lebuh raya, tetapi melalui jalan-jalan kampung di Sepang, Banting dan Bangi Lama. Pada tempat-tempat tertentu, di jalan-jalan yang lengang dan bersimpang siur, saya melihat papan tanda yang tertulis “Kawasan Kemalangan”. Sepintas lalu, terpancar rasa takut dari hati saya, kerana boleh jadi saya sedang berada dalam suatu kawasan yang boleh merenggut nyawa saya secara tiba-tiba, atau bagi orang yang melalui kawasan tersebut akan selalu ditimpa kemalangan. Ini kerana dalam bahasa Indonesia “kemalangan” memiliki erti ditimpa suatu bencana. Setelah sekian lama, maka teka-teki tersebut barulah terjawab, dimana erti dari tulisan pada papan tanda tersebut menunjukkan bahawa kawasan tersebut adalah kawasan berbahaya. Justru itu bagi yang melaluinya adalah disarankan agar berhati-hati kerana telah banyak berlaku kemalangan di kawasan tersebut. Kemalangan dalam pengertian seperti ini, dalam bahasa Indonesia selalu dipakai perkataan “kecelakaan”.

Setelah sampai di rumah, saya pun mandi. Ketika di bilik air, saya terpandang sebuah pek serbuk pencuci. Di bahagian bungkusan pek serbuk pencuci tersebut, didapati sebuah ayat “Serbuk pencuci ini mengandungi Linear Alkilbenzen Sulfanat yang memelihara tangan tetap lembut”. Pada kami, pengguna bahasa Indonesia merasakan kekeliruan dalam penggunaan ayat ini. Kekeliruan ini berlaku ekoran penggunaan perkataan “mengandungi”. Berdasarkan pemahaman orang Indonesia, mengandungi masih ada kaitannya dengan mengandung atau memiliki janin yang sedang membesar di dalam rahim seorang ibu. Ini boleh difahami seperti contoh ayat berikut: “Sewaktu mengandungi anaknya yang ketiga, Rohana selalu mengidamkan dapat mobil mercedez ”. Di dalam suatu akhbar juga didapati tulisan yang isinya hampir sama : “Anggota parti Demokrat dan Republikan di Senat Amerika Syarikat mencapai kompromi malam tadi mengenai satu kandungan resolusi yang membantah rancangan Presiden Bush untuk menambah askar AS di Iraq.” Dalam bahasa Indonesia perkataan kandungan di atas mungkin lebih tepat jika digantikan dengan perkataan “isi”.

Menurut kamus dewan, mengandungi bermakna “berisi atau memuat”. Secara harfiahnya, perkataan tersebut – mengandungi – di Indonesia juga boleh diterima. Tetapi perkataan tersebut tidaklah lazim digunakan, dan dianggap kasar penggunaannya. Maka, untuk tujuan tersebut digunakan perkataan “hamil” yang bermakna lebih sesuai. Untuk menyatakan kandungan dari suatu benda, terutama makanan dan minuman, selalu menggunakan perkataan “komposisi” yang merupakan istilah pinjaman dari bahasa Inggeris. Namun, untuk contoh serbuk pencuci tersebut lebih lazim dipakai perkataan kandungan, dengan sedikit ubahan pada susunan ayatnya.

Secara umum perkataan “mengandungi” di atas diterima oleh kedua-dua pengguna bahasa, sama ada bahasa Melayu atau bahasa Indonesia. Namun, perbezaan akan tampak ketara apabila telah dimasukkan ke dalam ayat. Kadang-kadang pengguna bahasa Indonesia merasakan bahawa bahasa Melayu ini hampir sama seperti bahasa Indonesia yang belum dibakukan. Susunan perkataan demi perkataan yang membentuk ayat seakan-akan seperti puitis atau seperti lazimnya bahasa yang biasa digunakan oleh seniman.

Pada kesempatan lain, saya juga menemukan ayat dalam suatu akhbar, yang bagi kami pengguna bahasa Indonesia merasa geli setelah membaca ayat tersebut. Ayat tersebut adalah : “Sedia batalkan rundingan FTA jika terus diugut kuasa besar itu”. Erti sebenar dari ayat tersebut adalah Malaysia akan bersedia untuk membatalkan rundingan FTA dengan AS jika diugut terus oleh AS. Penggunaan perkataan “sedia” tidaklah lengkap, kecuali bila ditambahkan lagi awalan ber. Jadi, dalam kaedah bahasa Indonesia yang baik dan betul, maka ayat tersebut seharusnya menggantikan perkataan “Sedia” kepada perkataan “Bersedia”. Ini kerana perkataan “sedia” biasanya digunakan di kedai-kedai kopi untuk menuliskan senarai menu yang mereka jual. Di kedai-kedai kopi di Indonesia selalu ada perkataan ini: “sedia : mi goreng, nasi goreng, mi sup” dalam senarai menu yang ada di kedai tersebut.

Di rumah sepupu saya terdapat sebuah bekas yang berisi peralatan kecemasan serta ubat-ubatan yang sentiasa dipakai ketika masa kecemasan. Perhatian saya tertumpu pada sebuah botol yang berisi krim (gel herba) yang terdapat tulisan “sapu dada ke atas”. Pada masa itu fikiran saya terganggu dan bertanya apakah maksud sebenar dari ayat ini. Jika diertikan perkata demi perkataan tentulah saya mempunyai penafsiran penyapu untuk bahagian atas dada, kerana perkataan “sapu” bagi kami adalah suatu benda yang digunakan untuk menyapu. Namun, tidaklah mungkin krim kita gunakan untuk menyapu. Secara tidak sengaja, saya juga menyangka bahawa ini adalah perintah untuk menyapukan dada ataupun menyapukan bahagian atas daripada dada. Bagi saya, ayat ini tidaklah lengkap. Kalaula sememangnya ayat ini bersifat perintah untuk menyapukan, maka mestilah ayat ini berbunyi “sapukan dari bahagian dada ke atas”. Dari ayat ini, tentulah kita akan memahami bahawa cara penggunaan krim tersebut adalah dengan menyapukannya mulai dari bahagian dada sampai ke muka.

Penggunaan perkataan atau ayat yang salah masih banyak kita temukan di tempat-tempat awam, seperti jalan raya, hentian bas, stesen kereta api, pasar raya dan lain-lain yang sentiasa dikunjungi oleh pelancong Indonesia. Hal seperti ini tentu saja memberikan imej yang buruk terhadap bahasa Melayu. Sebagai contoh, perkataan bandar raya selalu digabungkan menjadi satu perkataan, yang seharusnya dipisahkan menjadi dua perkataan. Namun, di semua penjuru Kuala Lumpur perkataan inilah yang selalu tertulis di papan-papan tanda. Sehingga akan muncul pertanyaan, di manakah penggunaan bahasa Melayu yang baik dan betul itu? Apakah hanya digunakan sewaktu kuliah, majlis-majlis rasmi atau mesyuarat raja-raja sahaja? Tentulah ini merupakan pertanyaan yang sering dan tidak terselesaikan bagi mereka. Mengapakah ini boleh berlaku? Kerana, setelah mempelajari bahasa Melayu, barulah saya mengetahui bahawa ayat-ayat yang ada pada papan tanda itu masih banyak kesalahannya apabila ditinjau dari segi tata bahasa serta penulisannya.

Dari beberapa kes di atas boleh disimpulkan bahawa kadang-kala terdapat ketidakselarasan di antara bahasa Malaysia dan bahasa Indonesia. Hal ini sebenarnya merupakan hal yang kecil, kerana sangat banyak kesamaan bahasa Melayu dan Indonesia. Namun, kerana perbezaan yang sedikit itulah boleh berlaku hal-hal yang tidak diinginkan.

Permalink 1 Comment

Hello world!

February 8, 2007 at 7:49 am (Bahasa, Lain-lain)

Hello world…..

I’am a new comer neh, mencoba untuk belajar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya lihat, apa yang saya nikmati dan apa yang saya pelajari. Di masa lalu, saat ini ataupun di masa yang akan datang. Karena kita tidak tahu kapan masa itu akan datang???masa, dimana kita tidak bisa lagi berbuat sesuatu yang berarti untuk kehidupan ini:)

Alam yang memberi banyak makna dalam kehidupan

Permalink 2 Comments